Cara benar beternak Ikan gurame

Ikan gurami ini yaitu ikan yang paling gampang langkah perawatanya serta pemberian pakanyapun tak keluarkan modal banyak seperti ikan yang lain, serta harga jualnya juga mahal namun memanglah ikan guramih ini tak seperti ikan lain yang dapat di panen cepat, ikan guramih ini memanglah agak lama panenya namun inilah kesempatan usaha investasi yang riil serta dapat dibuktikan akhirnya. system pemasaranya juga sangatlah gampang.
Jalan keluar Berhasil Budidaya Ikan Gurami
Langkah budidaya ikan gurami tidaklah susah & keuntunganyapun menjanjikan sangatlah besar, umumnya orang alami kegagal di karenakan :
1. Tidak diperhatikan setingan kolam
2. Pemula/pemain baru yang terburu buru bakal hasil yang besar tanpa ada memperhitungkan resiko
3. Kurang matangnya info seperti mana langkah budidaya
Kuncinya yaitu SETINGAN KOLAM buat senyaman mungkin saja air kolam untuk menyesuaikan langkahnya :
o Persiapan lahan
o Pemupukan lahan
o Persiapan awal tebar benih ikan Gurami
o Penebaran benih
Langkah Perawatan Tempat Ikan Gurami
o Keringkan kolam saat sebelum kolam di isi air
o Taburkan garam grasak untuk membasmi jamur waktu penjemuran kolam
o Gemburkan tanah saat sebelum di isi air apabila kolam tanah
Langkah Pemupukan Tempat Ikan Gurami
o Jemurlah pupuk kandang yang telah di fermentasi mengunakan cairan gula serta ragi tape
o Setelah pupuk di jemur 2 hari input ke karung
o Setelah pupuk di input karung lubangi karung mengunakan paku
o Setelah di lubangi barulah input kolam diberi pemberat batu
o Isi air hingga ketinggian 50cm serta berikanlah pupuk UREA satu sendok makan kedalam kolam
o Diamkan air sepanjang 4 hari saat sebelum di tebar benih
Langkah Persiapan Penebaran Benih Ikan Gurami
o Siapkan ember untuk perendaman benih ikan saat sebelum di tebar
o Isi air ke ember seperlunya (usahakn air dari kolam yang bakal di tebari benih Gurami)
o Rendamlah benih ikan Guramih sepanjang 15 menit untuk penyesuaian dengan air kolam yang baru
Langkah Penebaran Benih Ikan Gurami
o Masukan benih yang telah di adaptasikan ke kolam
o Masukan pelan pelan



Untuk menyimpan benih ikan untuk dijual kembali baiknya kerjakan sepertu diatas kuncinya pada diri kita kemauan kecermatan semangat untuk maju semoga berguna amin
Data Usaha Budidaya Ikan Gurami
Kolam ukuran 7 x 10 mtr. dengan kedalaman air 120 cm
1. Ukuran bibit 5cm sebesar kuku jempol sejumlah 2000 ekor
2. Pakan apung merk pf. 1000 isi 10kg/sak. harga persak 130 ribu memerlukan 3 sak
3. Pakan penambahan alami bias di berikanlah daun keladi serta daun kangkung
Modal :
No Data Usaha Pembesaran Ikan Gurami
1 Bibit ikan 5 cm Rp. 500 500 x 2. 000 Rp. 1. 000. 000
2 Pakan apung pf. 1000 – 3 sak Rp. 130. 000 3 sak x 130. 000 Rp. 390. 000
3 Pakan Tambahan - - -
4 Obat Rp. 25. 000 Rp. 25. 000
x Jumlah modal Rp. 1. 415. 000
Keseluruhan modal keseluruhnya Rp. 1. 415. 000 mencakup seperti berikut :
o Benih guramih Rp. 1. 000. 000
o Pakan Rp. 390. 000
o Obat Rp. 25. 000
Keuntungan
o Harga mengkonsumsi Gurami Rp. 30. 000
o Prakiraan hasil penghitungan umum sepanjang 12 bln., panen 1kg isi 3 ekor. jadi 2000 ekor guramih di untuk 3 ekor = 666 kg dikalikan harga mengkonsumsi Rp. 30. 000/kg =Rp. 19. 980. 000
o Pendapatan jual = Rp. 19. 980. 000 di kurangi modal Rp. 1. 415. 000
o Keuntungan = Rp. 18. 565. 000

Ikan gurame sangatlah disukai oleh orang-orang kita juga sebagai ikan mengkonsumsi. Dagingnya padat, durinya besar-besar, terasa enak serta gurih. Gurame nyaris senantiasa ada di restoran, bisa jadikan beragam jenis masakan terlebih gurami bakar serta gurami asam-manis. Ikan ini bernilai cukup mahal. Oleh karenanya, budidaya ikan gurame pantas jadikan ide untuk menaikkan pendapatan kita.

Cara sukses beternak ikan nila

Ikan nila merupan ikan mengkonsumsi yang sangatlah bermasyarakat serta telah di budidayakan dengan cara komersil ikan ini dapat memiliki manfaat ikan nila untuk kesehatan namun beberapa orang lantaran struktur dagingnya yang banyak duri bakal tepapi ada kesempatan usaha dalam budidaya ikan nila.

Spesies ikan ini termasuk ikan yang gampang berkembang biak walau di ruang yang sempit sekalipun, jadi tak terlampau susah untuk budidaya ikan nila ini. terdapat beberapa jenis type ikan nilayang bisa di budidaya.


Pembesaran ikan nila bisa dikerjakan dengan memakai sebagian system pemeliharaan, yakni :
Kolam air tenang (KAT)
Kolam air deras (KAD)
Karamba jaring apung (KJA) di waduk/danau
Karamba di sungai/saluran irigasi
A. PEMBESARAN DI KOLAM AIR TENANG (KAT)

1. Konstruksi Kolam

Bentuk petakan tak perlu sisi empat
Luas petakan kolam (500-1000) M2 Pematang kolam kokoh, kedap air dengan Iebar 50 cm
Saluran pemasukan serta pengeluaran terdapat pada segi yang berseberangan
Saringan terbuat dari kawat, bambu atau jaring/hapa yang ditempatkan pada saluran pemasukan serta pengeluaran
Kedalam kolam sekitar pada (0, 5-1, 5) m
Parit keliling atau diagonal dengan kedalaman pada (20-50) cm dengan Iebar sekitar pada (50-200) cm. manfaat ikan gabus

2. Persiapan Pemeliharaan

Penjemuran kolam hingga tanah basic jadi retak-retak sepanjang 4-7 hari
Pemberian kapur tohor dengan dosis 25-50 g/M2
Pemupukan basic berbentuk pupuk organik dengan dosis 250-500 g/m2 serta pupuk anorganik seperti urea 15 g/M2, TSP 10 g/M2, serta NH4NO315 g/M2, untuk menumbuhkan plankton. Pupuk yang dipakai ditebarkan dengan cara rata di basic kolam.
3. Padat Penebaran Benih

 I 5-10 ekor/ M2 ukuran 8-12 cm atau bobot ±15-20 g/ekor

4. Pemberian Pakan

Selain pakan alami yang ada di kolam, diberikan juga pakan penambahan (pellet) dengan kadnugan protein minimum 28%
Frekuensi pemberian pakan 2-3 kali satu hari yakni pagi, siang, serta sore hari
Jumlah pakan yang didapatkan sejumlah 3-5% dari bobot biomassa ikan /hari bergantung dari usia serta bobot ikan
5. Pengelolaan Air

 Sumber air bisa datang dari sungai, mata air, sumur atau air hujan
 Keadaan air yang ideal mempunyai temperatur 28-30°C, pH (7-8, 5), debet air ±5 Udetik/1. 000 M2

6. Produktivitas

 Ukuran panen sebesar 200-300 glekor dengan lama pemeliharaan 3-6 bulan
 Produksi yang dihasilkan 1-2 Kg/M2/MT

B. PEMBESARAN DI KOLAM AIR DERAS (KAD)

1. Konstruksi Kolam

Untuk memperoleh hasil yang optimal kita yang kita kerjakan yaitu mengaplikasikan seluruhnya ketetapan yang ada dibawah ini :

Bentuk kolam sisi empat atau oval
Volume kolam 1 30 m3
Kolam terbuat dari pasangan bata/batu (beton)
Kedalaman air sekitar pada 1-1, 5 m
Saluran air pemasukan serta pengeluaran terdapat pada segi yang bersebrangan
Kemiringan basic kolam seputar 1%
Saringan pada saluran pemasukan serta pengeluaran terbuat dari kawat atau besii tahan karat
2. Padat Tebar Benih

Di bagian tebar benih kita lalukan dengan padat tebar 75-100 ekor/M3 dengan ukuran 20-30 g/ekor. lantaran ikan type ini termasuk juga ikan yang sukai bergerobol serta bakal jadikan mereka jadi nafsu makan jadi tambah.

3. Pemberian pakan

Ikan nila bukanlah termasuk juga ikan yang rakus jadi pemberian pakan cukup hanya frekwensi juga sebagai berkut :

Jumlah pakan yang didapatkan 3-5%/bobot biomas perhari
Frekuensi pemberian pakan 3 kali /hari yakni pagi, siang serta sore hari
4. Produktivitas

 Bobot ikan hasil panen 600-800 g l ekor dengan lama pemeliharaan 5-6 bulan
 Produksi yang dihasilkan 30-50 Kg/M3/MT
 Volume kolam ± 30 M3

C. PEMBESARAN DI KERAMBA JARING APUNG (KJA)

1. Wadah Budidaya

Kerangka

 Bahan : kayu tahan air, bambu atau besi yang di cat anti karat
 Ukuran : 7 x7 M2
 Bentuk : persegi

Pelampung

 Bahan : styrofoam, drum
 Bentuk : silindris
 Volume : 200 L (0, 2 M3)
 Jumlah : minimum 8 buah per jaring

Tali jangkar

 Bahan : polyetylena (PE)
 Panjang : 1, 5 kali kedalaman perairan
 Jumlah : 5 utas perjaring
 Diameter : 0, 75 inchi

Jangkar

 Bahan : besi, blok beton, batu
 Bentuk : sisi empat
 Berat : minimum 40 Kg/buah
 Jumlah : 5 buah/jarring 6

Jaring

 Bahan : polyetylene (PE 210 D/12)
 Ukuran mata jaring : 1 inchi
 Warna : hijau
 Ukuran jaring : (7 x 7 x 2, 5) M3

2. Padat Penebaran Benih

 50-70 ekor/M3 dengan ukuran 30-50 g/ekor

3. Pemberian Pakan

Selain pakan yang ada diperairan umum (waduk/danau), mesti di beri pakan penambahan buatan dengan kandungan protein minimum 28%
Frekuensi pemberian pakan minimum 2-3 kali/hari yakni pagi, siang serta sore
Jumlah pakan yang didapatkan 3-5% /hari/bobot biomas
4. Produktivitas

Bobot ikan yang dihasilkan 250-300 glekor dengan lama pemeliharaan 3-4 bln. (10-15 Kg/m3/MT) atau 2 500 glekor dengan lama pemeliharaan 6 bln. (20-30 Kglm3/MT)

D. PEMBESARAN DI KARAMBA

1. Wadah Budidaya
Bahan basic kayu atau bambu
Ukuran karamba bisa beragam bergantung pada luas serta kedalaman perairan. Untuk saluran irigasi atau sungai kecll biasanya memiliki ukuran (2 x 1 x 1) m3, sedang untuk sungai sungai memiliki ukuran besar atau danau memiliki ukuran (4 x 2 x 2) m3‘
Pemasangan karamba untuk perairan sungai atau saluran irigasi yang ukurannya kecll serta dangkal bisa ditempatkan terbenam di basic perairan.
Pemasangan karamba untuk perairan sungai yang cukup lebar serta dalam atau perairan danau/waduk dengan kedalaman kian lebih 2 m, jadi petakan karamba membutuhkan pelampung supaya posisi karamba terapung
Pelampung yang dipakai diantaranya drum atau styrofoam.
2. Persiapan Pemeliharaan
Pembuatan karamba dari bambu atau kayu
Untuk karamba yang ditempatkan 1/2 terapung di permukaan air mesti dilengkapi dengan pelampung
Agar karamba tak tenggelam terbawa arus jadi diikat dengan tali yang diikatkan pada pasak di pinggir sungai atau menggunakan jangkar. Untuk karamba yang ditempatkan di basic aungai atau saluran, diikatkan pada (minimum) 4 buah kayu/bambu yang di dekat petakan
Pada segi sisi atas karamba di buat pintu memiliki ukuran (50x50) cmz serta di beri kunci (kunci gembok) yang berperan untuk memasukkan benih/pemberian pakan serta panen
3. Padat penebaran Benih

Padat tebar benih bisa di kerjakan dengan ketetapan yakni 30-40 ekor/M3ukuran 75-100 nrnm/nkn lantaran ikan nila termasuk juga type ikan yang hidupnya menggerombol jadi tidak jadi masalah kepadatan tinggi.

4. Pemberian Pakan

Pakan yang didapatkan berbentuk pellet dengan kandungan protein minimum 28%
Jumlah pakan yang didapatkan sejumlah 3-5%/bobot biomass/hari.
Frekuensi pemberian pakan sejumlah 3 kali satu hari, yakni pagi, siang serta sore.
5. Produktivitas

 Ukuran panen : 250-300 g/ekor dengan lama pemeliharaan 3-4 bulan
 Produksi, 6-8 kg/M3.

Cara Budidaya Ikan Lele Sangkuriang di kolam terpal

Budidaya Lele Sangkuriang

Ikan lele sangkuriang adalah jenis baru hasil persilangan genetik indukan dumbo gnerasi ke 6 dengan dumbo jantan generasi ke dua (Baca : Jenis-jenis ikan lele) yang mana disebut lele sangkuriang karena mengawini induknya sendiri sebagaimana cerita legenda tangkuban perahu cerita rakyat jawa barat.


Sekarang ini banyak peternak lebih memilih memelihara ikan lele sangkuriang dibanding lele jenis lainnya, karena lele sangkuiang lebih cepat bereproduksi sehingga menguntungkan para peternak.

Cara Budidaya Ikan Lele Sangkuriang di Kolam Terpal


Salah sau yang sedang trend dilakukan peternak ikan lele adalah melakukan budidaya lele sangkurinag di kolam terpal, kolam yang dibuat dari terpal ini lebih murah biayanya dan tidak terlalu mengambil banyak tempat sehingga sangat simple bagi yang tidak memiliki lahan kolam tanah sendiri.


Kita idak perlu khawatir lele peliharaan kita dimangsa ikan lan, karena kita bisa menentukan satu jenis ikan saja didalam kolam terpal, selain itu hasil lele yang diternakan juga berkualitas baik, bersih dan tidak bau dibandingkan bila diternakan di tempat lain



Cara Budidaya Ikan Lele Sangkuriang di kolam terpal

Cara-cara Pembuatan Kolam Terpal

Cukup mudah apabila anda membuat kolam terpal sendiri, ada bagunsya kolam diletakkan tidak langsung terpapar sinar matahari, gunakan terpal berukuran 6 x 8 meter disarankan ukuran A3 yang lebih tebal. Gali tanah yang akan dijadikan kolam dengan kedalaman kira-kira 70 cm dengan lebar 4 x 6 meter. Pasang terpal kedalam kolam dan untuk menguatkan ujung-ujung terpal ada baiknya dipasangi karung berisi tanah sepanjang bibir tepi kolam.

Sebelum kolam digunakan,sebaiknya kolam  harus dipupuk dahulu.Pemupukan dimaksudkan  untuk menumbuhkan plankton yang menjadi makanan alami benih lele. Pupuk yang digukanan adalah jenis pupuk kandang sebanyak 500 gram per meter persegi  ataupun urea sebanyak 15gr/m2, dan biarkan selama 1 minggu sampai air berwarna kecoklaan atau pun kehijauan, ini mennadakan plankton sudah tumbuh didalam kolam.


Cara Budidaya Ikan Lele Sangkuriang di kolam terpal

Sebelum benih lele ditebarkan, sebaiknya direndam dalam larutan KMNO4 (kalium pemangat) selama 6 sampau 10 menit, ini dilakukan agar benih lele bebas dari hama, bisa juga anda menggunkan PK ataupun formalin. Penebaran benih dilakukan pada pagi ataupun sore hari untuk menghindari suhu air yang yang tinggi, tebarkan benih dengan jumlah benih 75-100 ekor/m2 yang berukuran  5 - 8 cm. 


Cara Pemberian Pakan Lele Sangkuriang

Lele Sangkuriang bersifat omnivora, sehingga kia bisa saja memberikan makanan yang berasal dari lingkungan kita sendiri atau pemberian makanan berupa pellet bisa diberikan jika anda terlalu repot memberi  makanan alami. Pemberian pakan baiknya dilakukan 3 kali sehari, pagi siang dan sore.

Hama dan Penyakit Ikan Lele

1. Bakteri Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas hydrophylla

Hama ini bebentuk tabung dengan cambuk diujungnya, menyebabkan kulit lele menjadi lebih gelap, timbul bintik pada permukaan kulit lele dan mengakbatkan terhalangnya fungsi pernafasan karena hama ini menyerang insang

2. Mycobacterium fortoitum 

Bakteri ini menyebabkan penyakit tuberkulosis pada lele, gejala yang ditimbulkan adalah terdapatnya benang-benang halus berwarna putih pada kulit lele dan bisa menyerang telur lele tersebut.

Demikian sekilas mengenai Cara Budidaya Ikan Lele Sangkuriang di kolam terpal, semoga bermanfaat dan bisa menjadikan bisnis yang menguntungkan bag anda. Terima kasih




Cara sukses beternak Ikan Cupang

Ikan cupang adalah salah satu ikan hias yang gampang dipelihara. Budidaya ikan cupang tak membutuhkan tempat luas serta modal yang besar. Dapat dikerjakan juga sebagai usaha rumahan.
Ikan cupang (Betta sp.) yaitu ikan air tawar dari daerah tropis. Banyak diketemukan di perairan Asia Tenggara, termasuk juga Indonesia. Di alam bebas ikan ini hidup berkelompok. Habitatnya ada di rawa-rawa, danau, serta sungai yang arusnya tenang.
Salah satu keistimewahan ikan cupang yaitu daya tahannya. Mampu hidup dalam lingkungan air minim oksigen. Dapat dipelihara dalam toples kecil tanpa ada memakai aerator. Kekuatan ini didapat lantaran ikan cupang mempunyai rongga labirin seperti pada paru-paru manusia. Labirin itu dapat membuatnya bertahan pada lingkungan miskin oksigen.
Type ikan cupang
Dipandang dari kecamata beberapa pehobi di kenal dua jenis ikan cupang, yaitu cupang hias serta cupang adu. Cupang hias dipelihara untuk di nikmati keindahan bentuk, warna serta gerakannya. Sedang cupang adu dipelihara untuk di adu. Butuh di ketahui, di sebagian negara mengadu cupang termasuk juga aksi ilegal.
Cupang hias serta cupang adu dibedakan berdasar pada bentuk serta karakter agresifitasnya. Untuk tahu lebih jauh silakan saksikan cupang hias vs cupang adu.
Orang-orang ilmiah mencatat kian lebih 73 spesies ikan cupang yang ada di bumi ini. Tetapi tak seluruhnya dari spesies itu popular juga sebagai ikan peliharaan. Spesies ikan cupang yang beredar di market umumnya datang dari kelompoksplendens complex, yang terbagi dalam Betta splendens, Betta stiktos, Betta mahachai, Betta smaragdina serta Betta imbellis. Dan varian hasil silangan dari spesies-spesies itu. Saksikan juga beberapa jenis ikan cupang.
Pilih indukan ikan cupang
Untuk mengawali budidaya ikan cupang, langkah pertama yang perlu disediakan yaitu memperoleh indukan atau bibit berkwalitas. Indukan yang baik sebisa mungkin saja datang dari keturunan unggul, kondisinya bugar, bebas penyakit serta cacat bawaan. Taruh indukan jantan serta betina ditempat terpisah.
Panduan membedakan cupang jantan serta betina!
Jantan : gerakannya lincah, sirip serta ekor lebar mengembang, warna cerah, badannya semakin besar. Betina : gerakannya lebih lamban, sirip serta ekor lebih pendek, warna kusam, badan lebih kecil.
Saat sebelum pemijahan dikerjakan, yakinkan indukan jantan serta betina telah masuk dalam fase masak gonad atau siap untuk dikawinkan. Adapun tanda-tanda indukan yang sudah tunjukkan siap kawin yaitu seperti berikut.
Untuk cupang jantan :
Berumur sekurang-kurangnya 4-8 bulan
Bentuk tubuh panjang
Siripnya panjang serta warnanya jelas atraktif
Gerakannya agresif serta lincah
Untuk cupang betina :
Berumur sekurang-kurangnya 3-4 bulan
Bentuk tubuh membulat, sisi perut sedikit buncit
Siripnya pendek serta warnanya kusam tak menarik
Gerakannya lambat
Pemijahan ikan cupang
Sesudah indukan jantan serta indukan betina siap untuk memijah, siapkan tempat berbentuk wadah dari baskom plastik atau akuarium kecil dengan ukuran 20x20x20 cm. Siapkan juga gelas plastik untuk tempat ikan cupang betina. Siapkan juga tumbuhan air seperti kayambang.

Dalam satu kali perkawinan, ikan cupang dapat membuahkan sampai 1000 butir telur. Telur itu bakal menetas kurun waktu 24 jam sesudah pembuahan. Berdasar pada pengalaman beberapa pembudidaya, tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup tinggi. Dalam satu kali kawin umumnya cuma bisa dipanen 30-50 ikan cupang hidup.
Indukan jantan dapat dikawinkan sampai 8 kali dengan interval saat seputar 2-3 minggu. Sedang indukan betina dianjurkan cuma dikawinkan satu barangkali. Apabila dipaksakan, pada perkawinan selanjutnya bakal berlangsung penurunan keragaman type kelamin. Di mana anakan ikan makin didominasi kelamin betina.
Di bawah ini beberapa langkah pemijahan ikan cupang :
Isi tempat pemijahan dengan air bersih setinggi 10-15 cm. Seabagai catatan pakai air tanah atau air sungai yang jernih. Endapkan terelebih dulu air yang bakal digunakan sekurang-kurangnya sepanjang satu malam. Jauhi pemakaian air dalam paket atau air PAM yang berbau kaporit.
Tambahkan kedalam wadah itu tanaman air, juga sebagai tempat burayak berlindung. Namun peletakan tanaman air janganlah terlampau padat. Lantaran tanaman air punya potensi mengambil oksigen terlarut yang ada pada air.
Masukkan ikan cupang jantan yang sudah siap kawin. Biarlah ikan itu sepanjang sehari dalam wadah. Ikan cupang jantan bakal bikin gelembung-gelembung hawa. Gunanya untuk menaruh telur yang telah dibuahi. Untuk memancing si jantan bikin gelembung, masukkan ikan cupang betina namun dipisah. Langkahnya, ikan betina dimasukkan dalam gelas plastik bening (sisa gelas akua) serta benamkan ke aquarium di mana ikan jantan ada.
Setelah indukan jantan bikin gelembung, masukkan indukan betina. Saat pemijahan ikan cupang umumnya berlangsung seputar jam 7-10 pagi atau jam 4-6 sore. Ikan cupang cukup peka saat kawin, baiknya tutup wadah dengan koran atau tempatkan di ruangan yang terlepas dari hilir mudik orang serta nada bising.
Setelah berlangsung pembuahan angkat selekasnya indukan betina, lantaran yang bertanggungjawab membesarkan serta melindungi burayak yaitu cupang jantan. Dengan mulutnya si jantan bakal memunguti telur yang sudah dibuahi serta menempatkannya pada gelembung-gelembung tadi. Jika indukan betina tak diangkat, jadi telur-telur yang sudah dibuahi bakal dikonsumsi si betina.
Setelah lebih kurang sehari telur-telur itu bakal jadi burayak. Sepanjang 3 hari kedepan burayak tak perlu di beri pakan lantaran masih tetap ada nutrisi yang terbawa dalam telur. Ikan cupang jantan akan berpuasa sepanjang melindungi burayak.
Setelah tiga hari terhitung mulai sejak telur menetas, berikanlah kutu air (moina ataudaphnia). Pemberian pakan janganlah semakin banyak dari burayak lantaran pakan bakal mengotori air serta mengakibatkan kematian pada burayak.
Indukan jantan baru di ambil sesudah burayak berusia 2 minggu terhitung mulai sejak menetas. Pindahkan burayak itu pada wadah yang semakin besar serta berikanlah kutu air yang semakin besar atau larva nyamuk.
Setelah 1, 5 bln., ikan telah dapat dipilah berdasar pada type kelaminnya. Lalu pisahkan ikan-ikan itu ke wadah pembesaran.

Pakan ikan cupang 
Pakan favorite yang umum diberikan pada ikan cupang yaitu kutu air, cacing sutera serta larva nyamuk. Pakan baiknya diberikan sekerap mungkin saja, umpamanya 3-4 kali satu hari. Makin kerap frekwensinya makin baik. Tambah baik sedikit-sedikit namun kerap daripada sekalian banyak. Hal semacam ini untuk kurangi kemungkinan penumpukan bekas pakan yang dapat menyebabkan berkembangnya penyakit. 
Kutu air dapat diperoleh di selokan-selokan yang tergenang, atau membelinya dari toko akuarium. Bila tak sangat mungkin, kita dapat membudidayakan kutu air sendiri. Silakan saksikan langkah budidaya kutu air daphnia serta moina. 
Perawatan ikan cupang 
Seperti telah diterangkan pada awal mulanya, ikan cupang relatif tahan banting. Dapat dipelihara dalam akuarium tanpa ada memakai aerator. Ikan ini tahan pada keadaan air yang minim oksigen. Walau bagaimanapun, dianjurkan untuk terus melindungi kwalitas air dengan memberikannya aerasi serta filter pembersih. Supaya ikan dapat berkembang prima serta senantiasa dalam keadaan bugar. Terlebih untuk perawatan ikan kontes. 
Tak dianjurkan pelihara kian lebih satu ikan cupang jantan yang sudah dewasa dalam satu akuarium. Terutama apabila ukuran akuariumnya kecil serta tak ada tempat berlindung. Ikan-ikan itu dapat sama-sama menyerang keduanya. Mengakibatkan, sirip-siripnya tak mulus serta warnanya kurang keluar. 
Spesial untuk ikan cupang aduan, kita dapat memasukkannya ke toples kaca kecil. Berdasar pada sebagian pengalaman, supaya ikan lebih agresif taruh ditempat yang gelap. Janganlah menempatkan toples ikan dengan cara berdekatan. Lantaran ikan cupang aduan selalu dalam keadaan siap menyerang serta membenturkan dianya ke kaca. Berikanlah sekat tak tembus pandang diantara toples-toples itu. 
Ubahlah air yang ada dalam wadah dengan cara berkala. Saksikan adakah penumpukan kotoran serta bekas pakan pada basic wadah. Penumpukan itu dapat menyebabkan penyakit bahkan juga kematian pada ikan lantaran pencemaran air.